Wednesday, October 5, 2016

Ini Alasan Laki - Laki Takut Untuk Masuk ke Jenjang Pernikahan


Berbicara tentang nikah, tentunya bagi sebagian anak muda, hal ini sering dibicarakan. Mereka membicarakan pernikahan ketika berkumpul sama dengan membicarakan isu politik dan berkembang media. Intensitasnya tentu sangat sering dibicarakan. Pernikahan adalah sebuah langkah yang besar dan mulia seorang anak muda untuk melepas masa lajangnya, menuju sebuah pernikahan untuk membentuk sebuah keluarga yang di idamkan. Tapi tidak sesederhana itu, ternyata pernikahan untuk kalangan anak muda, bagiankan sebuah momok yang menakutkan sekaligus membingungkan. banyak pemikiran dan pengalaman yang mereka dapatkan, menjelaskan pernikahan itu sesuatu yang rumit, berikut ini adalah 7 alasa kenapa seorang laki-laki takut untuk kejenjang pernikahan. Selamat berpikir!

1. Untuk menikah itu perlu sukses dan punya mapan agar rumah tangga bahagia


Sukses atau mapan istilah ini diartikan bagian sebagian orang adalah ketika seseorang tersebut sudah menjadi lebih baik dari sebelumnya, dan cenderung lebih mengarah kea rah pekerjaan yang pangkat tinggi dengan gaji yang besar, rumah mewah yang sudah ia miliki, serta kendaraan berupa roda empat untuk bisa digunakan ketika berkeluarga. Itulah sukses atau mapan bagi sebagian orang. Dan laki-laki, biasanya takut untuk menikah karena mereka belum sukses atau mapan. Mereka ia sukses terlebih dahulu baru menikah. Memang hal tersebut harus dipikirkan untuk masuk kejenjang yang lebih serius seperti pernikahan. Tapi kalau kita lihat lebih luas dan bijaksana, ternyata tidak sedikit pula, laki-laki yang siap menikah walau belum sukses atau mapan seperti sebagian orang bilang. Pernikahan adalah hal yang mulia, yang mempersatukan dua insan yang saling menyayangi. Apakah sebuah pernikahan harus ditunda atau batal karena lelaki memiliki ketakutan hal tersebut. Sederhanannya jika kalian ingin menikah, yang dipersiapkan tentunya, tapi tidak harus menunggu mapan dulu, kalian sudah siap secara lahir dan batin, serta orang tua dari pihak wanita sudah menerima, buat apa ditunda, apakah kalian masih ingin menunggu sukses atau mapan? Padahal jalan sudah terbuka lebar didepan, tapi kalian masih takut dengan sebuah ketakutan yang tidak tentu arahnya tersebut.

2. Takut untuk memasuki jenjang pernikahan, karena banyak mendengar bahwa menikah itu menyeramkan


Ya sebagian dari laki-laki cenderung mengambil sebuah fakta dari cerita teman atau kerabatnya yang sudah menikah, dan memberikan sebuah gambaran tentang pernikahan itu menakutkan dan banyak sekali masalah. Hal ini yang ternyata menjad sebuah gamabaran nyata, yang tentunya akan menjadi sebuah ketakutan apabila kita ingin maju dalam jenjang pernikahan. Pernikahan yang tidak harmonis, kebutuhan ekonomi yang tak tentu arahnya, atau bagaimana anak akan dibesarkan nantinya. Inilah beberapa hal, yang menyebabkan, kenapa laki-laki, takut akan memasuki jenjang sebuah pernikahan. Sejatinya nikah itu ibadah, yang harus dijalankan dan dilakukan apabila laki-laki tersebut siap secara lahir dan batin. Hal dari pengalaman dan gambaran dari beberapa kerabat atau teman yang sudah menikah memang sebuah realita pernikahan. Tapi hal tersebut bisa dijadikan sebuah pembelajaran, untuk nantinya ketika menikah, hal tersebut bisa kita hindari atau lewati bersama. Kau tak sendiri ketika menikah, selalu ada teman sekaigus belahan jiwamu yang siap untuk maju bersama, menerjang dan melewati setiap cobaan hidup didalam pernikahan.

3. Mencari pasangan yang cocok dan sesuai kriteria


Banyak laki-laki yang sudah sukses atau mapan yang juga menunda pernikahannya atau engga masuk kesebuah pernikahan. Alasannya karena tidak belum menemukan yang cocok dengannya atau karena belum sesuai kriterianya. Ini yang menghalangi pernikahan itu terjadi, dan akhirnya laki-laki tersebut terus mencari dan mencari yang sesuai seperti yang ia inginkan. Memang setiap laki-laki mengingingkan wanita idaman untuk dibawanya masuk kejenjang pernikahan. Tapi lebih bijakasananya kriteria kita akan pasangan dilandasi akan sebuah pemikiran yang jernih dan tepat. Nikahi wanita karena 4 hal, parasnya, hartanya, keturunannya dan agamanya. 4 hal ini jadi dasar untuk seorang laki-laki mencari calon pendamping hidupnya. Tapi dari 4 hal ini, yang paling utama nikahin wanita karena seagama atau seiman dan tekun akan ajaran agamanya. Karena seorang wanita yang memegang teguh iman dan agamanya adalah sebuah perhiasan yang berharga di zaman sekarang dimana akhlaknya juga terpancar dari keimanannya. Inilah faktor yang paling mendasar untuk memilih wanita untuk pasangan hidup.

4. Masih terus ingin menikmati masa lajang dulu


Nanti aja kalau sudah umur sekian, kan sekarang masih muda, ngapain buru-buru. Kebanyakan laki-laki berpikiran seperti itu. Menikmati masa lajangnya dan bergembira dengan lajangnya, karena tidak terikat oleh sebuah pernikahan. Kita tidak pernah tahu siapa jodoh kita, sederhana terkadang hal yang tak terduga mendekatkan kita dengan jodoh kita. Lantas ketika takdir mempertemukan kita dengan pasangan hidup kita, apakah kita masih ingin bilang masih ingin lajang dulu? Atau bersama-sama berjuang dan mengarumi bahtera rumah tangga yang nantinya akan mendatangkan ketentraman hati dan jiwa kita sebagai laki-laki. Ketika kita sudah siap akan lahir dan batin dan sudah memiliki calon pasangan, kenapa ditunda dan memilih lajang dulu, padahal kita tidak akan pernah takut apa yang akan terjadi kedepanya seperti apa. Jadi ketika kalian siap, menikahlah, karena pernikahan lebih menentramkan dibandingkan melajang.

5. Jodoh itu sudah diatur jadi tunggu saja dengan santai


Santai aja jodoh itu sudah diatur, ngapain buru-buru. Itulah ucapan yang sering kita dengar baik dan tema maupun kerabat kita. Memang jodoh sudah diatur, tapi kalau kita tidak berusaha mencarinya, bagaimana mau ketemu. Kita juga harus ikhtiar untuk memperpanjang tali silaturahmi, dengan silaturahmi maka takdir akan mempertemukan kita dengan jodoh kita. Jadi berusaha dan berusaha untuk menemukan dan memperbaiki diri, nanti baru kalian tahu jodoh kalian. Tapi kalau hanya nuggu saja sampai air laut mengeringpun tak akan datang.

6. Membahagiakan kedua orang tua terlebih dahulu, setelah itu baru menikah


Bahagiakan orang tua terlebih dahulu aja nanti baru nikah. Itu adalah hal yang mulai, membahagiakan orang tua terlebih dahulu baru menikah. Tapi apakah tidak bisa bersamaan saat kita menikah kita membahagiakan, orang tua kita pula? Tentu saja bisa, sangat bisa kalau kita bisa bijaksana dan dewasa untuk mengatur bagaiama keduanya berjalan bersama. Dimana ada niat disitu ada jalan. Tinggal kita lakukan niat baik kita untuk menikah, maka allah SWT akan membukakan rezeki dari jalan yang tidak disangka-sangka.

7. Sibuk mencari yang sempurna untuk dinikahi


Belum menemukan yang sempurna, seperti yang di inginkan, jadi nanti saja. Kebanyakan laki-laki yang sudah cukup secara finansial dan umur. Biasanya mempunyai sebuah tuntutan yang disebut kesempurnaan. Mencari sosok wanita yang sempurna seperti yang ia idaman dalam khayalannya. Kesempurnaan itu adalah sebuah perjuangan, memperjuangkan dari ketidak sempurnaan menjadi sebuah kesempurnaan. Nantinya ketika kita mencintai dan menyayangi pasangan kita, maka kesempurnaan itu akan Nampak pula dimata dan hati kita.


SANADOMINO ∞ AGEN POKER & DOMINO QIU QIU ∞ TERBESAR & TERPERCAYA

Share:

0 komentar:

Post a Comment

Advertising Here 300 x 300

# #

Advertising Here 120 x 120

 photo BANNER-PERSEGI-Recovered_zpsdzvlwrlb.gif  photo Banner-gadis300x300BARU_zpseruwlfpt.gif
 photo BANNER-PERSEGI-Recovered_zpsdzvlwrlb.gif  photo advertising_zps0mkhbjfn.jpg
 photo advertising_zps0mkhbjfn.jpg  photo advertising_zps0mkhbjfn.jpg

Artikel Terbaru

Powered by Blogger.

Contributors

Formulir Kontak